Peluang Mendapatkan Ribuan Dollar / Bulan, 3 Step Terselesaikan Langsung Dapat $125 USD (Trusted) | Next Tip »

Sepuluh tahun yang lalu dia terbaring
Tetapi bukan tidur, sayang
Sebuah lubang peluru bundar di dadanya
Senyum bekunya mau berkata, kita sedang perang

Dia tidak ingat bilamana dia datang
Kedua lengannya memeluk senapang
Dia tidak tahu untuk siapa dia datang
Kemudian dia terbaring, tapi bukan tidur sayang

wajah sunyi setengah tengadah
Menangkap sepi padang senja
Dunia tambah beku di tengah derap dan suara merdu
Dia masih sangat muda

Hari itu 10 November, hujan pun mulai turun
Orang-orang ingin kembali memandangnya
Sambil merangkai karangan bunga
Tapi yang nampak, wajah-wajahnya sendiri yang tak dikenalnya

Sepuluh tahun yang lalu dia terbaring
Tetapi bukan tidur, sayang
Sebuah peluru bundar di dadanya
Senyum bekunya mau berkata : aku sangat muda

(1955)

Siasat,
Th IX, No. 442
1955

Hasil Pencarian:

puisi pahlawan tak dikenal . kumpulan puisi pahlawan . PAHLAWAN TAK DIKENAL . Puisi Toto Sudarto Bachtiar Pahlawan Tak Dikenal . puisi toto sudarto bachtiar . kumpulan puisi toto sudarto . kumpulan puisi toto sudarto bachtiar . puisi karya toto sudarto bachtiar . puisi pahlawan tak dikenal karya toto sudarto bachtiar . pahlawan tak dikenal karya toto sudarto bachtiar . puisi karya toto sudarto . puisi pahlawan . pahlawan tak di kenal . puisi pahlawan tak di kenal . toto sudarto bachtiar pahlawan tak dikenal . puisi toto sudarto . Analisis puisi Pahlawan tak dikenal . puisi karangan toto sudarto bachtiar . puisi toto bachtiar . toto Sudarto Bachtiar .

Category: Toto Sudarto Bachtiar  Tags: , , ,

Popular Poems

Related Poems

You can follow any responses to this entry through the RSS 2.0 feed. You can leave a response, or trackback from your own site.
Leave a Reply

XHTML: You can use these tags: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>