"Peluang Mendapatkan Ribuan Dollar / Bulan, 3 Step Terselesaikan Langsung Dapat $125 USD" By Bangun Watono | ? | Next Tip »

Tag-Archive for » P «

Kau telah buatku menangis
Mengapa mesti air mata ini yang jatuh
Untuk meyakinkan cinta memang untukmu
Tak ku sangka terlalu mudah kau buat ku terluka
Tak pernahkah kau berfikir tentang cinta ini
Ku memang bukan orang yang kau pilih
Bukan orang bisa buat kau bahagia
Namun , kenapa kau yang bisa buat ku terjatuh
Kepergianmu membuat ku mengerti semuanya
Mencintai memang tak meski harus memiliki
Namun bila kau sadari semuanya
Tak ada yang ingin cinta itu pergi
Tapi ku tak pernah menyesal dengan semuanya
Tak pernah ku buat hati ini terus menjerit
Kuharap, secepatnyalah kau berlalu dariku
Agar hati ini bisa terobati . . . .

dia ingin pulang ke rumah. memeluk bunda. merasa berguna. tanpa gundah. apalagi terlunta. menaruh jarinya pada jari ibunya. membalas senyum ibunya dengan doa: ”berikan beliau umur yang panjang Tuhan!”
berdoa sampai larut. sambil menunggu kue-kue dipanggang. masakan lezat dihidangkan. tubuh yang berbau asap.

dia ingin sekali pulang ke rumah. mencium pundak ayahnya. merasa kuat. jadi semangat. menaruh hatinya pada hati ayahnya: merangkai doa, senyum, diam, kerendahan hati, yang bersemayam jadi senja. jadi harapan. jadi kehangatan. sambil menunggu babi dan sapinya makan. pisang dan jeruknya berbuah. padinya menguning. tubuh kekar penuh lumpur.
dia ingin sekali pulang ke rumah. memeluk kekuatan. merasakan senja yang hangat dalam doa dan karya: ”hati mereka terlalu tegar dan sederhana untuk arus hidup yang menggelinjang kasar”

mari pulang. ke rumah tempat yang rendah hati dan sederhana itu lahir.

September 2009

Kompas – Oase – Puisiku – 100310

; Perpusatakaan Freedom Institute

Rindu, yang menjadi alasan untuk aku
ingin berkunjung menyapamu. Menjelajah
bulat payudara renyah bibir dan jenjang
lehermu.

Aku selalu mengingat bau masa depan
dilekuk tubuhmu, sederhana dan tak
begitu luas.

Saat pikiran beku, aku ingin bersetubuh
denganmu. Selalu setubuh.

Seperti merasa ada serpihan otak yang
tercecer dikaki. Otak yang memantulkan
cahaya bening, disinari cermin kencana.

Dalam liang kelaminmu yang suci, aku
menambatkan cita-cita menjadi dosen,
penyair, pengusaha dan perampok.

Aku lelaki, aku menyembunyikan cinta
padamu diantara jeda tiap judul buku.

Bandung, Januari 2010

Kompas – Oase – Puisiku – 270210