Tak Pernah Cukup – Ryo Jeo
Sesaat lalu aku terdiam
Seaat kemudian aku menangis
Kini aku tesenyum
Dan aku tak tahu apa arti senyumku sebenarnya
Mungkin senyum kesedihan
Mungkin saja senyum sesaat yang tak berarti
Terlalu indah bilaku mengingat masa lalu itu
Masa lalu penuh cinta dan kasih sayang
Dan masa lalu penuh arti yang begitu melekat di hati
Aku sadar..
Cinta memang penuh pengorbanan
Dan selama ini
Mungkin belum cukup aku berkorban untuk cinta
Mungkin pengorbananku masih sekecil pasir pantai
Yang mudah terombang ambing
Oleh hembusan angin-angin kecil
Mungkin kasih sayangku tak dapat tersadari oleh cinta
Mungkin kasih sayangku tak cukup terasa bagi cinta
Posted on March 20, 2010 at 2:31 pm by widhian · Permalink
In: Ryo Jeo · Tagged with: Indonesia, Ryo Jeo, T, Tak Pernah Cukup
In: Ryo Jeo · Tagged with: Indonesia, Ryo Jeo, T, Tak Pernah Cukup
Popular Poems
- Sepenggal Puisi Cak Nun - Emha Ainun Najib
- Waktu - Kahlil Gibran
- Rahasia Jodoh - Kahlil Gibran
- Hatiku Selembar Daun - Sapardi Djoko Damono
- Cinta (3) - Kahlil Gibran
- Because He Lived - Edgar A. Guest
- Walau - Sutardji Calzoum Bachri
- Tragedi Winka dan Sihka - Sutardji Calzoum Bachri
- Puisi Kesedihan - Ryo Jeo
- Seribu Masjid Satu Jumlahnya - Emha Ainun Najib
- Tanah Air Mata - Sutardji Calzoum Bachri
- Kepompong Itu - Sapardi Djoko Damono
- Air yang Menetes dari Tahajud Cinta - Maftuhah Jakfar
- Cinta yang Agung - Kahlil Gibran
- Persahabatan - Kahlil Gibran
- Sajak Ketika Aku Bersujud - Kahlil Gibran
- Malu (Aku) Jadi Orang Indonesia - Taufiq Ismail
- Mimpi Yang Tertunda - Dea Sirez
- Seorang Anak Muda Masa Kini Menulis Puisi tentang Pahlawan dan Kemerdekaan - Husni Djamaludin
- Perjuangan adalah Pelaksanaan Kata-Kata - M. Raudah Jamba
- My Friend - Kahlil Gibran
- Selamanya Mencintaimu, Mama… - Arther Panther Olii
- Ia Menulis Puisi Sedih - Asep Sambodja
- Tapi - Sutardji Calzoum Bachri
- Prajurit Jaga Malam - Chairil Anwar
- Kepompong di Ujung Musim - Maftuhah Jakfar
- Indahnya Kematian - Kahlil Gibran
- Kekasihku... - Timur Sinar Suprabana
- Coretan untuk Aku - Dian Endunk Wibowo
- Sajak Putih - Chairil Anwar










